1630627738 Analisis Karakter Slime – Musuh Langganan Game RPG Fantasi

Analisis Karakter Slime – Musuh Langganan Game RPG Fantasi

Salah satu elemen penting dalam game RPG yang sering diabaikan adalah musuh yang kamu hadapi. Hingga hari ini banyak musuh game RPG yang juga populer atau bahkan lebih populer dari karakter protagonis, sebut saja misalnya Sephiroth di Final Fantasy VII atau Vaas di Far Cry 3.

Tapi musuh yang menjadi cukup dikenal di sejarah video game bukan hanya karakter antagonis dalam cerita atau karakter bos saja. Musuh-musuh biasa yang sering kamu hadapi sepanjang perjalananmu juga cukup unik di genre ini. Salah satunya adalah musuh yang muncul di sangat banyak game RPG berlatar fantasi: Slime.

Musuh yang Sangat Fleksibel

analisis-karakter-slime-puni

Sesuai namanya, Slime adalah musuh yang berbentuk lendir atau jelly. Tergantung game-nya, lendir ini bisa berbentuk bulat dan memiliki wajah, atau hanya berbentuk kubangan lendir yang bisa bergerak. Secara umum, mereka tidak terlihat terlalu menyeramkan, dan beberapa di antaranya seperti Slime di Dragon Quest atau Puni di serial Atelier bahkan terlihat lucu. Tapi tentu saja ada yang sedikit lebih menyeramkan seperti Flan di Final Fantasy.

Karena penampilannya yang tidak terlalu menyeramkan, monster Slime ini biasanya hadir di area-area pembuka atau bahkan tutorial game RPG untuk mengajarkanmu sistem combat di game tersebut. Ini sekali lagi karena penampilannya tidak terlalu menyeramkan sehingga kamu bisa mempelajari sistem combat dalam permainan tanpa merasa terancam dengan musuh yang kamu hadapi.

analisis-karakter-slime-angeling

Tapi yang membuat Slime iconic dan selalu muncul di banyak game RPG adalah fleksibilitas yang diberikan oleh monster ini. Karena bentuk umumnya tidak terlalu menyeramkan, Slime umumnya hadir sebagai musuh awal ketika kamu masih belajar cara bermain. Tapi Slime juga bisa menjadi musuh yang menyeramkan atau bahkan jadi bos. Dengan ukuran yang besar atau hiasan tambahan di badannya, Slime sudah bisa jadi musuh yang mengancam. Beberapa game bahkan punya Slime khusus seperti Angeling di MMORPG Ragnarok atau King Slime di Terraria yang merupakan “bos” di game masing-masing.

See also  5 alasan mengapa orang Indonesia seharusnya memilih Depositsbo

Slime juga punya konsep yang cukup fleksibel dan bisa masuk ke berbagai macam latar. Dalam fantasi, Slime bisa muncul akibat efek dari alam sekitar, atau jadi efek samping eksperimen yang tidak bertanggung jawab. Karena itulah Slime ini bisa dipasang sebagai musuh di banyak jenis area dan tetap dirasa masuk akal.

analisis-karakter-slime-flan

Fleksibilitas ini juga tidak terbatas pada area tempat mereka muncul saja, tapi juga jenisnya. Slime bisa memiliki banyak jenis hanya dengan berganti warna saja. Slime biasa misalnya berwarna biru, tapi kamu tentu saja pernah menemukan Slime api yang berwarna merah, petir berwarna ungu atau kuning, dan sebagainya.


Slime adalah musuh yang sering muncul di game RPG karena bisa menjalankan berbagai peran mulai dari musuh di awal ketika pemain masih belajar atau sebagai musuh yang menantang seperti bos. Selain itu konsep monster Slime juga cukup fleksibel dan bisa dipasang di berbagai area dengan berbagai jenis sehingga memudahkan desainer memasang monster di sebuah area tanpa harus membuat model monster baru (yang kadang tidak mudah dilakukan). Karena dua alasan tersebut, saya rasa Slime tidak akan pernah hilang dan akan selalu jadi salah satu musuh langganan di RPG berlatar fantasi.